USLUB/ GAYA BAHASA UNGKAPAN DALAM BAHASA ARAB
🗒️ *العربيةُ و أَسالِيبِها* 📖
(Bahasa Arab dan Gaya Bahasanya)
✍🏻 *BERAPA KALI : كَمْ مَرَّةً*
*Contoh kalimat :
كَمْ مَرَّةً خَتَمْتَ القُرْآنَ حَتَّى الآنَ؟
Sudah berapa kali kamu mengkhatamkan Al-Qur'an sampai saat ini?
كَمْ مَرَّةً تَحْضُرُ إِلَى الجامِعَةِ فِي الأُسْبوعِ؟
Berapa kali kamu ke kampus dalam seminggu?
كَمْ مَرَّةً ذَهَبْتَ إِلَى المَكْتَبَةِ هَذَا الفَصْلَ؟
Berapa kali kamu ke perpustakaan semester ini?
كَمْ مَرَّةً تَتَّصِلُ بِوالِديْكَ فِي الأُسْبوعِ؟
Berapa kali kamu menelepon orang tuamu dalam seminggu?
كَمْ مَرَّةً تَفْتَحُ هاتِفَكَ الذَّكيَّ فِي السّاعَةِ؟
Berapa kali kamu membuka Smartphone-mu dalam satu jam?
KENAPA YA : ُما بال
Contoh:
ما بال الناس يصلون التراويح متسارعين؟
Kenapa ya orang-orang salat Taraweh tergesa-gesa?
ما بال طلاب اللغة العربية لا يتكلمون بالعربية؟
Kenapa ya mahasiswa bahasa Arab tidak mau bicara bahasa Arab.
ما بال شباب اليوم يخافون من الزواج؟
Kenapa ya anak muda sekarang takut menikah?
ما بال بنات اليوم يحببن الأفلام الكورية؟
Kenapa ya cewek-cewek sekarang suka film Korea?
ما بال المدخنين لا يخافون من أضرار التدخين؟
Kenapa ya para perokok gak takut bahaya merokok?..
IDEALNYA : مِثَالِيًّا
Contoh:
مِثَالِيًّا كُلُّ مُعَلِّمِي اللُّغَةِ العَرَبيَّةِ يَتَكَلَّمُونَ بِهَا.
Idealnya, semua guru bahasa Arab berbicara dengan bahasa Arab.
مِثَالِيًّا المُعَلِّمُونَ لَا يَنْشَغِلُونَ بِالْأُمُورِ الإِداريَّةِ
Idealnya, guru-guru tidak sibuk dengan urusan administrasi.
مِثَالِيًّا كُلُّ خِرِّيجِي المَعْهَدِ قَادِرُونَ عَلَى التَّكَلُّمِ بِالْعَرَبِيَّةِ.
Idealnya, semua alumni pesantren mampu berbicara bahasa Arab.
مِثَالِيًّا جَميعُ قَاعَاتِ الدِّراسَةِ مُجَهَّزَةٌ بِمُكَيَّفِ الهَوَاءِ.
Idealnya, semua ruang kuliah dilengkapi dengan AC.
مِثَالِيًّا وَزيرُ الخارِجيَّةِ يُجِيدُ خَمْسَ لُغاتٍ عَلَى الأَقَلِّ.
Idealnya, menteri luar negeri itu paling tidak menguasai lima bahasa.
TDAK PANTAS : لا ينبغي لـ
Contoh:
لا ينبغي لك أن ترفع صوتك أمام الأستاذ.
Tidak pantas kamu meninggikan suaramu di hadapan Ustadz.
لا ينبغي لنا أن ننبه الأستاذ بأن الوقت انتهى.
Tidak pantas kita mengingatkan Ustadz bahwa waktu sudah habis.
لا ينبغي لها أن تتصرف مثل ذلك أمام الناس.
Tidak pantas dia bersikap seperti itu di depan orang banyak.
لا ينبغي لكم أن تسألوا أستاذكم متى يتزوج.
Tidak pantas kalian bertanya kepada Ustadz kapan beliau menikah.
لا ينبغي لي أن أجادله وهو أستاذي وأنا أحترمه.
Tidak pantas saya mendebat beliau sebagai ustadzku yang saya hormati.
*INILAH* : *هَذَا هوَ*
Contoh:
هَذَا هوَ السَّبَبُ لِمَاذَا لَا أُحِبُّها.
Inilah sebabnya kenapa saya tidak mencintainya.
هَذَا هوَ مَا أَسْتَطيعُ تَقْديمَهُ لَكَ.
Inilah yang bisa aku persembahkan untukmu.
هَذَا هوَ الكِتابُ اَلَّذِي غَيَّرَ حَيَاتِي.
Inilah buku yang telah merubah hidupku.
هَذِهِ هِيَ الفُرْصَةُ اَلَّتِي أَنْتَظِرُها.
Inilah kesempatan yang saya tunggu-tunggu.
هَذِهِ هِيَ المُشْكِلَةُ اَلَّتِي تَهُمُّني.
Inilah masalah yang meresahkanku.
Nambah Uslub
DENGAN BERAT HATI : مَعَ الأَسَفِ الشَّديدِ
Contoh:
مَعَ الأَسَفِ الشَّديدِ نُعْلِنُ أَنَّ البَرْنامَجَ يُؤَجِّلُ.
Dengan berat hati, kami mengumumkan bahwa program ini ditangguhkan.
مَعَ الأَسَفِ الشَّديدِ نُنْهي التَّعاوُنَ بَيْنَنا مُنْذُ الآنَ.
Dengan berat hati, kami mengakhiri kerjasama di antara kita sejak sekarang.
مَعَ الأَسَفِ الشَّديدِ سأَخْرُجُ مِنْ هَذِهِ المَجْموعَةِ.
Dengan berat hati, saya akan keluar dari grup ini.
مَعَ الأَسَفِ الشَّديدِ اسْتَجَبْتُ دَعْوَتَها لِحُضُورِ زِفَافِهَا.
Dengan berat hati, saya hadiri undangan pernikahannya.
مَعَ الأَسَفِ الشَّديدِ اُضْطَرَرْتُ لِإِيقَافِ الدِّراسَةِ.
Dengan berat hati, saya terpaksa berhenti kuliah.
Nambah Uslub
SAYANGNYA : مَعَ الأَسَفِ
Contoh:
تَعَلَّموا العَرَبيَّةَ وَمَعَ الأَسَفِ لَمْ يَتَكَلَّمُوا بِها.
Mereka telah belajar bahasa Arab, sayangnya mereka tidak menggunakannya.
لَقَدْ بَذَلَ جُهودَهُ وَمَعَ الأَسَفِ لَمْ يَنْجَحْ.
Dia sudah berusaha keras, sayangnya dia belum berhasil.
مَعَهُ رَقْمِي وَمَعَ الأَسَفِ لَمْ يَتَّصِلْ بِي.
Dia punya nomorku, sayangnya dia tidak meneleponku.
حَمَلْنَاهُ إِلَى المُسْتَشْفَى وَمَعَ الأَسَفِ تَأَخَّرْنا.
Kami membawanya ke rumah sakit, sayangnya kami terlambat.
هَذَا كِتابٌ مُهِمٌّ وَمَعَ الأَسَفِ لَا يوجَدُ فِي المَكْتَبَةِ.
Ini buku penting, sayang buku ini tidak ada di perpus.
Nambah Uslub
SAYANG SEKALI : مَعَ الأَسَفِ الشَّديدِ
Contoh:
مَعَ الأَسَفِ الشَّديدِ لَمْ يَتَزَوَّجَا فِي النِّهَايَةِ.
Sayang sekali, mereka pada akhirnya tidak menikah.
مَعَ الأَسَفِ اَلشَّديدِ هَذَا البَرْنامَجُ تَوَقَّفَ.
Sayang sekali, program ini sudah berhenti.
مَعَ الأَسَفِ الشَّديدِ هُؤلاء لَمْ يُشَارِكُوا فِي هذه النَّدْوَةِ.
Sayang sekali, mereka tidak ikut seminar ini.
مَعَ الأَسَفِ الشَّديدِ الوَقْتُ المُتاحُ قَليلٌ جِدًّا.
Sayang sekali, waktu yang diberikan sedikit sekali.
مَعَ الأَسَفِ الشَّديدِ لَا نَسْتَطيعُ تَبادُلَ الزّيارَةِ الآنَ.
Sayang skali, kita sekarang tidak bisa saling berkunjung.
Nambah Uslub
MAU BAGAIMANA LAGI : كَيْفَ وَ
Contoh:
كَيْفَ وَقَدْ اتَّخـذَتْ قَرارا
Mau bagaimana lagi, dia sudah mengambil keputusan.
كَيْفَ والظُّروفُ لَا تَسْمَحُ.
Mau bagaimana lagi, kondisi tidak memungkinkan.
كَيْفَ وَقَدْ انْتَشَرَ كُورُونَا فِي كُلِّ مَكانٍ.
Mau bagaimana lagi, Corona sudah menyebar di semua tempat.
كَيْفَ وَقَدْ حَدَثَ مَا حَدَثَ.
Mau bagaimana lagi, semua sudah terjadi.
كَيْفَ وَمَا عِنْدِي خِيَارٌ آخَرُ.
Mau bagaimana lagi, saya tidak punya pilihan lain.
TAK SATU PUN : لَا شَيْءَ مِنْ
Contoh:
لَا شَيْءَ مِنْ آمَالِي تُحَقِّقَ.
Tak satu pun harapanku yang terwujud.
لَا شَيْءَ مِنْ مَنْشوراتِهِ مُفيدٌ.
Tak satu pun postingannya yang bermanfaat.
لَا شَيْءَ مِنْ تِلْكَ الأَخْبارِ صادِقٌ.
Tak satu pun dari berita-berita itu yang benar
لَا شَيْءَ مِنْ هَذِهِ المَلابِسِ يُنَاسِبُنِي.
Tak satu pun dari pakaian ini yang cocok denganku.
لَا شَيْءَ مِنْ هَذِهِ الكُتُبِ مَوْجودٌ فِي مَكْتَبَتِنا.
Tak satu pun dari buku-buku ini ada di perpustakaan kami.
TAK SEORANG PUN : لَيْسَ أَحَدٌ
Contoh:
لَيْسَ أَحَدٌ مِنْ الطُّلّابِ يَحْضُرُ هَذَا اليَوْمَ.
Tak seorang pun mahasiswa hadir hari ini.
لَيْسَ أَحَدٌ مِنْ زُمَلَائِهِ يَعودُهُ فِي المُسْتَشْفَى.
Tak seorang pun temannya menjenguknya di rumah sakit.
لَيْسَ أَحَدٌ منْ أبْناءِ هَذِهِ القَرْيَةِ ذَاقَ طَعْمُ التَّعْليمِ.
Tak seorang pun di desa ini yang mengenyam pendidikan.
لَيْسَ أَحَدٌ مِمَّنْ اِتَّصَلْتُ بِهِمْ مُسْتَعِدًّا لِمُساعَدَتي.
Tak seorang pun yang saya hubungi siap membantuku.
لَيْسَ أَحَدٌ عَلَى وَجْهِ الأَرْضِ لَا يُرِيدُ السَّعادَةَ.
Tak seorang pun di muka bumi ini yang tidak menginginkan kebahagiaan.
JANGAN BOSAN : لَا تَسْأَمْ
Contoh:
لَا تَسْأَمْ أَنْ تُحِبَّني.
Jangan bosan mencintaiku.
لَا تَسْأَمُوا أَنْ تَمارِسُوا مَا تَعَلَّمْتُمْ مِنْ العَرَبيَّةِ.
Jangan bosan mempraktekkan apa yang sudah kalian pelajari dari bahasa Arab.
لَا تَسْأَمُوا مِنْ مُتابَعَةِ مَنْشُوراتِي.
Kalian jangan bosan mengikuti postingan-pistingan saya.
لَا تَسْأْمُوا مِنْ قِراءَةِ القُرْآنِ.
Kalian jangan bosan membaca Al-Qur'an.
لَا تَسْأْموا أَنَّ تَقْرَؤوا القُرْآنَ.
Kalian jangan bosan membaca Al-Qur'an.
{Ust. Nasaruddin Idris Jauhar}
Komentar
Posting Komentar